Fraksi Mahasiswa

Jumat, 25 November 2011

Assalaamu'alaikum....Halo, para keponakan... 
   Ide yang paman kembangkan untuk tulisan ini sebenarnya udah pernah paman pakai untuk mengirim artikel untuk rubrik 'Debat Mahasiswa' di harian Suara Merdeka. Tapi karena ga dimuat, jadi paman tulis di sini aja. Artikel itu udah lama dikirimnya, jadi kemungkinan besar sekarang udah dihapus sama redaksi atau masuk spam. Kalo dipost di sini kan ada kemungkinan dibaca.
   Jadi begini inti ide paman... Kalian tentu tau kan, bahwa para aktivis mahasiswa itu senengnya demo, segalamacem kebijakan pemerintah dijadikan bahan untuk berunjukrasa. Nah, apakah itu didengar oleh para pemimpin daerah atau pemimpin negeri? Dengar sih dengar, orang mereka punya kuping, dan para mahasiswa itu teriaknya pada keras-keras. dan kalaupun ruang kantor pejabat itu kedap suara, setidaknya mereka kan bisa liat di tivi. Tapi yang paman maksudkan adalah, apakah demonstrasi mereka itu dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan kebijakan pemerintah. Hmm.... paman ga yakin. Padahal mahasiswa itu (hampir) selalu pro-rakyat lho, lha wong mereka (kami) itu rakyat jelata kok, dan sebagian besar perantau (anak kos), tau sendiri kan, misalnya harga BBM naik, jadi kiriman uang bulanan turun dan ongkos angkot sama harga makanan di warteg jadi mahal.
   Nah, ide paman adalah... Negara kita mungkin kebanyakan partai politik (di amerika aja cuma 2 kok), jadi fraksi di DPRD dan atau DPR itu banyak, tapi liat deh di tivi, kalau lagi ada sidang, yang dateng dikit, itupun pada tidur di ruang sidang. Jadi kenapa ga tambahin aja satu fraksi di DPR, namanya Fraksi Mahasiswa, tentu saja anggotanya para mahasiswa (aktivis yang doyan demo), sebelumnya kurangi satu parpol (jadi ga kebanyakan anggota, kasian yg tugasnya coret-coret di papan tulis kalo voting). Nah, dengan cara ini pendapat mahasiswa-mahasiswa idealis pro-rakyat bisa didengar, karena suara mereka jadi terpakai untuk pengambilan suatu keputusan yang berpengaruh terhadap hajat hidup orang banyak.
   Masa jabatan mereka cukup satu tahun, kaya di BEM (kalo kelamaan ntar ga lulus2). Dan didampingi oleh seorang Professor bidang hukum atau politik, biar ga asal-asalan, dan ehm.. biar bisa lebih sopan dan elegan.
   Begitulah.

1 komentar:

Taufik Hidayat Says:
26 November 2011 00.09

Ga yakin juga kadang ama mahasiswa,nyahahaha.. Kerapkali ada juga yang terbawa oleh politik tertentu... ga semua tapi ada. Nyahhaa,,, kalau mahasiswanya semua dijamin bisa kebal dengan uang, ga korupsi dan la la la... InsyAllah bagus gan... #contoh: masih bnyak mhasiswa yang suka TA dll....

Hmm, mugkin tambahan dari ane adalah, mahasiswa kaya abang neh, yang suka nulis2 gini juga mntap. Trus juga yang punya ide2 n inovasi2 baru juga ga klah keren. Mahasiswa yang jd penyuluh aplgi, yang usaha juga mntap... Semngat..

Posting Komentar