Jalan Kaki

Jumat, 25 November 2011
Paman sering dianggap aneh oleh kawan-kawan di kampus karena paman sering berjalan kaki. Lho... seharusnya ini tidak aneh, jalan kaki kan menyehatkan... apalagi menurut para ahli kesehatan : jalan kaki adalah olahraga yang termurah. Juga untuk jarak dekat, orang memang disarankan untuk berjalan kaki saja, atau bersepeda, daripada naik motor atau mobil... sama saja menyumbang asap untuk atmosfer dunia. Lalu mengapa saya dianggap aneh? Hoho... karena paman, dengan hobi berjalan kaki ini, telah melakukan perjalanan-perjalanan yang umumnya dilakukan di atas jok motor atau mobil, dengan berjalan kaki. 

Wonodri-Tembalang
Paman seorang adalah (mantan) Mahasiswa di kota Semarang, tepatnya di Universitas Diponegoro kampus Tembalang, yang letaknya di daerah bagian selatan kota, yang sering disebut penduduk setempat sebagai 'Semarang Atas'. Sebagai seorang mahasiswa, paman selalu membutuhkan buku-buku penunjang kegiatan perkuliahan atau untuk melakukan penelitian, namun seringkali buku yang paman butuhkan tidak terdapat di UPT Perpustakaan Universitas, jika begini keadaannya maka yang kemudian paman datangi adalah Kantor Arsip dan Perpustakaan Jawa Tengah di 'Semarang Bawah', di kelurahan Wonodri kalau tak salah. Kunjungan ke Perpustakaan Prov. Jateng ini biasanya paman lakukan di weekend (Perpus buka tujuh hari seminggu). Nah, biasanya setelah urusan di Perpustakaan selesai dan tiba saatnya untuk pulang ke rumah kos paman, 'hasrat' untuk berjalan kaki muncul. Maka paman membeli sebotol air mineral, mengencangkan tali sepatu, dan mulai berjalan kaki, menempuh jarak yang lumayan jauh dan menanjak (lebih dari separuh perjalanan menempuh jalan menanjak). Suatu kali ketika paman sedang dalam perjalanan tersebut, saat sedang menelusuri jalan Gombel Baru menuju Jalan Setiabudi, seorang kawan memergoki paman dan dengan wajah heran (karena paman satu-satunya pejalan kaki di jalan tersebut) bertanya 
"Soko ndi kowe?" ("Dari mana kamu?")
"Perpus daerah ndes"
"Mlaku kowe?" ("Jalan kaki kamu?")
"Yo..."
"Ra' nggowo duit opo piye?" ("Ga punya uang atau bagaimana?")
"Nggowo lah, aku pancen lagi kpengin mlaku") ("Bawa sih, tapi saya memang sedang ingin jalan kaki") jawab paman.
Teman saya itu kemudian memandangi paman dari atas kebawah, mungkin paman kelihatan seperti turis kesasar, kemudian berkata:
"Cocoteee!!!...."

Mencari Trotoar
Hal yang sulit bagi paman (dan beberapa orang yang mungkin memiliki hobi yang sama dengan paman) ketika melakukan perjalanan jauh dan mendaki perbukitan adalah  ketika melewati jalan yang menanjak, karena umumnya tidak ada trotoar di jalan yang mananjak, mungkin sang insinyur memperkirakan tidak ada seorang pun (yang waras) untuk berjalan kaki di jalan itu. Di Semarang, contoh jalan menanjak tak bertrotoar adalah jalan di daerah Gombel. Menghadapi hambatan tersebut paman harus putar otak dan putar jalan, melewati jalan-jalan kampung yang berliku-liku dan curam, melelahkan dan jarak serta waktu perjalanan tentu saja menjadi lebih panjang. Tetapi tetap Menyenangkan! setidaknya bagi paman.

Night Walk
Kegilaan paman yang lain, menyangkut kegiatan berjalan kaki paman adalah jalan kaki di waktu malam.
Kadang-kadang, seorang dosen yang berhalangan mengajar di pagi-sore hari akan mengalihkan jadwal kuliahnya menjadi malam hari. Tentu saja kawan-kawan paman banyak yang mengeluh karena memang terasa malas berangkata kuliah di malam hari, saya pun begitu. Tapi bagi paman ada pelipur lara: kesempatan dan alasan untuk melakukan 'Night Walk'... Jalan kaki di malam hari. Kampus Tembalang di malam hari amat gelap dan sepi, terutama di jalan yang paman lewati : Gang Baskara-Teknik Sipil-belok kanan menuju Gedung Prof Soedarto-belok kiri menuju Widya Puraya-belok kanan menuju kampus paman Tenik Mesin, melalui semak-semak MIPA yang gelap gulita. Cool Man! sungguh mencekam!

bersambung....

3 komentar:

Cacing Monsters Says:
25 November 2011 21.50

betul mass bro ! jalan kaki itu sehat

salam kenal :)

ega primebound Says:
25 November 2011 22.49

saya suka jalan kaki, tp koyone aku kalah mbek sampeyan mas
ekstrim! di tengah kota semarang yg panas banget hew..

salam kenal

Paman Buaya Says:
26 November 2011 23.30

cacing : setuju banget mas bro
ega : hehehe... iya memang panas. itu salah satu tantangannya

Posting Komentar