Ketika Bulan Jatuh (Part I)

Minggu, 04 Desember 2011
Setelah paman resign dari universitas konvensional, paman mendapat banyak kesempatan untuk membaca buku-buku yang paman sukai. Tapi paman masih mengikuti kebiasaan lama ketika mendekam di perpustakaan, dan dalam hal meminjam buku; hari Senin-Kamis buku-buku serius (filsafat, politik, ekonomi, sastra lama, dll.), koran n majalah (tak lupa majalah 'Penjebar Semangat'); dan hari Jum'at paman biasa meminjam buku untuk bekal weekend (meskipun sekarang weekend atau tidak, sama saja). Biasanya yang paman pinjam di hari Jum'at adalah novel, antologi puisi, buku sejarah, atau kumpulan esai Goenawan Mohamad (yang belum juga selesai paman baca).
   Nah, Jum'at pekan lalu dalam rangka mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris, paman memilih novel terbitan Longman, yang bahasanya sudah disederhanakan dengan glosarium yang lengkap pula (cocok buat yang sedang beralih dari intermediate ke advanced), dan buku biografi Haji Agus Salim yang dari buku tersebut, telah paman post kan sebuah artikel, pada Senin 20 November.

   Baik, Novel berbahasa Inggris yang paman pinjam berjudul The Hopkins Manuscript karangan R.C. Sherriff, penerbit Longman--London, tahun 1962. Sebenernya paman asal pinjem aja boi, tapi paman baca ternyata menarik juga, jadi sekarang setelah selesai paman baca, paman tuliskan resensinya. Novel ini bergenre fiksi ilmiah (science fiction).
   Novel dengan sudut pandang orang-pertama ini bercerita tentang seorang Inggris bernama Edgar Hopkins, seorang bujangan tua, berpendidikan, kaya, punya peternakan, dan dia tinggal di atas bukit di desa Beadle, Inggris. Hopkins ini tiap hari kerjanya cuma nengokin peternakannya, ngobrol sama orang-orang di desa, makan malam sama temennya, main kartu, dan kadang-kadang ikut pameran hewan ternak. Pokoknya santai banget. Sampai pada suatu hari dia bergabung dengan British Lunar Society, perkumpulan ilmiah yang anggotanya adalah orang yang tertarik atau suka dengan Bulan. Dia bergabung setelah melihat bulan dengan teleskop tetangganya, dan dia langsung berminat.
   Nah, beberapa waktu kemudian,beberapa dia meyaksikan sebuah fenomena aneh di langit saat sore hari, di atas sana dia melihat ada bercak berwarna merah kecoklatan seperti karat besi, dan bercak itu cukup besar, setiap kali dia muncul kemudain hilang lagi, begitu seterusnya. Tapi hanya sedikit orang yang menyadarinya.
    Lantas datanglah kepadanya sebuah undangan dari British Lunar Society untuk menghadiri sebuah pertemuan yang sifatnya rahasia, maka dia pun datang. Di pertemuan itu setelah beberapa kali menegaskan tentang kerahasiaan informasi yang akan disampaikan, akhirnya sang ketua menyampaikan sesuatu yang mengejutkan : Bulan, satelit kita itu, telah melenceng dari garis orbitnya, dan sekarang bergerak spiral mendekati Bumi, dan diprediksikan, beberapa bulan lagi akan 'jatuh'. Namun menurut seorang ahli dalam perkumpulan itu, bulan tidak akan jatuh dalam ukurannya yang sekarang, melainkan akan pecah menjadi miliaran keping ketika telah terlalu dekat dengan Bumi (pamanbuaya : ini karena gaya sentrifugal akibat gerak revolusi Bulan lebih besar daripada gaya tarik Bumi dan Bulan, atau sama besar). Manusia tidak kuasa menghentikannya. Dan agar untuk mempertahankan agar masyarakat tidak panik dalam jangka waktu selama mungkin (sebab akhirnya orang akan tahu), maka informasi ini harus dirahasiakan sampai bunker-bunker perlindungan telah selesai dibuat. 

Bersambung, besok dilanjutinn....

2 komentar:

Taufik Hidayat Says:
4 Desember 2011 02.12

yaaahh..-_- ayo donk lanjut... *nyahha

Paman Buaya Says:
4 Desember 2011 23.01

sabar broer...

Posting Komentar