Sejarah

Senin, 05 Desember 2011
   10 tahun yang lalu, pertengahan tahun 2001, sebuah stasiun televisi swasta (RCTI atau SCTV, paman lupa) selama seminggu menampilkan serial dokumenter bertajuk 100 Tahun Bung Karno, acara tersebut ditayangkan setelah siaran berita petang, sekitar pukul 18.30. Paman tak pernah melewatkan tayangan spesial itu. Waktu itu paman tinggal di rumah kontrakan yang sekarang kami sebut 'Rumah Dasri' (pemilik rumah bernama Dasri). Televisi berada di ruang tamu yang sekaligus berfungsi sebagai ruang keluarga. Dan ketika penayangan '100 Tahun Bung Karno' itu, entah kenapa lampu ruangan tersebut selalu mati. Kemungkinan kabelnya putus. Paman tak ingat persis. Yang paman ingat cuma ruangan gelap, dan paman suka acara itu.
   Mungkin itulah awal ketertarikan paman kepada sejarah. Mengesankan sekali, mereka yang ada di layar televisi itu--sebagian besar telah mati--semua bergerak cepat, berbicara tanpa suara. Mereka seolah hidup lagi. Timbul kesadaran di benak paman, sebagaimana orang harus menghormati yang lebih tua, orang jaman sekarang pun harus menaruh perhatian pada peristiwa-peristiwa masa lampau. Saat itu paman ingat, paman bertanya pada Ibu, yang mengalami masa pemerintahan Presiden Soekarno, "Apakah jaman itu ngga ada warna bu?, semua hitam putih?" .Ibu tertawa. Paman ikut tertawa, tapi tak mengerti.
   Bersamaan dengan tumbuhnya minat baca paman, buku-buku sejarah tak terkecuali, paman lahap. Beberapa tahun kemudian, setelah televisi kami dibetulkan setelah antenanya tersambar petir, kami senang sekali karena banyak channel baru yang ditayangan si Toshiba. Metro TV salah satunya, yang sesekali menyiarkan tayangan import dari Discovery Channel dan History Channel. Luar Biasa!!!
   Sejarah itu, boi, salah satu produk peradaban kita yang paling elegan...
   Paman suka sejarah, tapi paman kurang bisa memahami mereka yang menjadikan sejarah sebagai profesi : Sejarawan. Bahkan mereka yang kuliah di jurusan sejarah. Paman sadar, bahwa buku-buku yang paman baca itu karangan sejarawan, narasumber History Channel itu sejarawan. Tapi perlukah mengkhususkan diri sebagai sejarawan?
   Entahlah.
   Pada tayangan '100 Tahun Bung Karno', sang tokoh utama, Ir. Soekarno, selalu berjas putih sewaktu muda. Setelah jadi presiden, jasnya gelap. Tapi paman tidak tahu warna aslinya, karena tayangan itu hitam-putih.
"Apakah jaman dulu tidak ada warna, bu ?"
Semua tertawa.

1 komentar:

Taufik Hidayat Says:
10 Desember 2011 04.53

history is make us feel in last time, with around of situation n condition...

Posting Komentar