Tawaran Terakhir

Senin, 05 Desember 2011
"DATANG dan pekerjakan aku," teriakku, sementara pagi hari aku berjalan di atas jalan berdebu.
Dengan pedang di tangan, Raja datang dengan kereta perang.
Dia menggenggam tanganku dan berkata, "Aku akan menyewamu dengan kekuasaanku."
Tetapi kekuasaan tidak berarti apa-apa, dan dia pergi bersama kereta perangnya.

Di siang bolong, rumah-rumah berdiri dengan pintu terkunci.
Aku menyusur di atas jalan yang menikung.
Lalu seorang lelaki tua datang dengan kantong penuh emas.
Dia tertegun, lalu berkata, "Aku akan menyewamu dengan uangku."
Dia menghitung keping demi keping, tetapi aku berpaling.

Petang datang. Pinggiran kebun penuh bunga bermekaran.
Pelayan cantik datang dan berkata, "Aku akan mempekerjakanmu dengan senyumku."
Senyumnya pucat dan meleleh dalam air mata, dan dia berlalu sendiri dalam gelap.

Matahari memapar pasir, gelombang laut membabibuta.
Seorang anak sedang bermain dengan kerang.
Dia mengangkat tangan dan tampaknya mengenalku, lalu berkata,
"Aku mengupahmu tidak dengan apa-apa."
Itulah penawaran akhir yang terkandung dalam permainan anak-anak, yang membuatku menjadi manusia merdeka.

-Rabindranath Tagore-

0 komentar:

Posting Komentar